Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Januari 2015

DI AKHIR MUSIM PENGHUJAN

                                Ncue tarra

Kak, ada pelangi di hatiku
Setiap kali jarak mempertemukan kita
Tepat 2 meter
Kaulah sumber mejiku itu
Yang berdetak meronakan wajahku
Kau adalah hujan yang berikanku pelangi
Selepas musim penghujan Desember reda


Banda Aceh
LALAI
Ncue tarra

Di setiap masa yang berlalu
Ada kisah tentang redupnya tawa
pada bulan-bulan lara penuh murka
Murka yang menagis menggantikan hujan
Mengirimkan puing-puing deru
Menghapuskan makna do’amu

Ketika hujan turun
Nafi’an berubah menjadi jeritan
Menanpar alpamu dalam keramaian
Derunya mengalahkan amukan pasukan Ababil
Deru dalam api, deru dalam larva, deru dalam air, deru dalam batu deru dalam debu
Beradu menguji lalaimu
Menghapuskan amnesia panjangmu
Pada bumi yang mulai usang bagai ensiklopedi lama


Banda Aceh, 2014
KITA TANPA TANGSIL

                                Ncue tarra

Ana;  kita berada di jarak tanpa tara
Seperti Maya kita nercerita
Tentang kisah yang berlalu lama
Juga tentang  si Titin yang mengaduh mengelu
Berharap Sakinah menaunginya di ruang tak bermasa

Ana;  telah kita ikuti warna yang dibawakan Nurul dan Hudia itu
Walau ingatan kita di pasung sendu
Luas perjalanan yang kita lalui tak tertafsirkan oleh tangsil kata
Puas kita berkelana mencari jabaran seroja
Dalam satire senja
Memecahkan temaran menyatukan jiwa
Mengikatnya dengan rabhitah yang dalam


Banda aceh, september  2013
RASA DAN CINTA

                                Ncue tarra

Seperti sejuknya Fajar
Yang mengantarkanku pada Anwar
Di  sore Ashr yang membuatku jatuh cinta
Pada senyuman mentari
Pada lukisan langit cakrawala
Yang menitipkan Farhan pada warna-warni senja

Beranjak dari kehangatan itu
Aku bertemu Alfi Syahrin yang meronakan sinarnya di ramadhan  lalu
seputih salju menerangi aspal jalan-jalan lusuh
Membuatku terbuai dalam rasa yang dalam
Tentang cinta pada Ridho dan masa yang di berikan illahi


Aceh.
MENYESAL  DAN KEMBALI

                                Ncue tarra

Tuhan,  akulah yang buta
Butaku bukan tak bermata
Namun, lidah dan hatikulah yang gelap
Terlelap dalam kehidupan gemerlap
Menutup jarak dari semua cintamu

Tuhan, akulah yang bisu
Bisuku bukan tak bersuara
Namun mulutku dan hatiku
Yang gagap dari setiap syukur dan dzikir
Dzikir yang menawungi seantero bumi

Tuhan, akulah segala yang hilang
Hilang dari cahaya indahmu
langkahku gontai perlahan menjauhimu
Bukan karena engkau yaa Rabby
Namun karena nafsu memperbudakku

Tuhan, akulah yang salah atas semua kealpaan ini
Maka, ampunilah aku
Terimalah isak taubatku


Banda Aceh
PODMA JINGGA

: maya sari

Lekat matamu nanap
Menyelami jejak di lautan fana
Bagai bulir-bulir  lara tanpa alpa
Derita masa menghujani mu
Tepat dari langit magenta memasungmu dilema
Namun  kau podma tak jua lusuh oleh duka
Semerbakmu menebar cinta
Walau luka nanar
Indahmu penentram qalbu
Walau haru mencabik-cabik jiwamu
Kau podma jingga
Yang menjadikan sabar sebagai mahkota segala  lara
Kau podma jingga
Jingga yang mekar dengan luka
Namun indahmu menepis rawa-rawa kelabu
Menjemput mega cintamu


                                Ncue tarra
                                Banda Aceh


MATEMATIKA CINTA

                             Ncue tarra

Awalnya kita hanyalah bilangan prima
Hingga kita bertemu untuk mengalikan cinta kita
Dan membaginya di sudut hati
Kita mulai semua secara cacah

Kita disatukan seperti bilangan kompleks yang nyata
Kita komposisikan cinta kita
Hingga terjalin akad suci


Banda Aceh

PELAJARAN DARI  YUNUS

                                Ncue tarra

Kau janganlah terlena lautan fana
Apa yang tampak sungguh tak dzahir
Melajulah dengan perahu kebenaran
Tidakkah kau dengar kabar tentang yunus yang disantap hiu
Karena meninggalkan kaumnya tanpa titah Allah?

Kau teruslah  berlayar
Percayakan hatimu pada nahkoda ketaqwaan
Sampaikanlah risalah suci samapai perahu
Bermuara  di lautan permata surgawi


Banda aceh, 2013

ISTIKHARAH CINTA

ISTIKHARAH CINTA

                                     Ncue tarra

Kutemukan kau dalam lelap yang syahdu
Terijabah jua do’a cinta
Tentang sejuta kasih penggetar qalbu

Kau yang tawadhuk
Menjadi lukisan mimpiku
Pertanda bahagia dari-NYA
Setelah istikharah panjang

Kau dengan kesholehanmu
Menjadikan santun sebagai jubah keimanan padanya
Mempesonakanku

Kaupun terpaut pada jiwa yang merindu
Hingga segala magnet cinta
Menatu dalam akad suci

Bogor, 30-07-2013




Selasa, 20 Januari 2015

pelita

PELITA

Dulu, langit penuh aksara menggenggam lara
Air mata meronta di ujung mata
Menikam suasana menabur bilur-bilur luka
Memperjelas makna kehilangan; jasad tiada bermaya

Saat bumi berputar, berotasi
Saat itu pula kami di tampar kenyataan
Dunia hanya melukiskan nestapa
Duka mekar di pusara hampa
Kami masih meradang kehilangan
Langkah gontai tanpa rasa
Namun 
Sang waktu beri ruang untuk maju melepas segala benalu
Memperkenalkan dunia yang menawan
Setelah segala fatamorgana dengan tanganmu yang lembut atas RahmatNya

Harum do'a terucap merdu dari lisan-lisan kaku 
Terlimpah kasih untukmu
Kehadiranmu bagai lentera
Menyikap seluruh samar
Melepas belenggu jiwa dengan petuah
Mencipta rumah bak istana megah
Menghiasi langit-langit mimpi
menghayun buai penuh cinta

Kau dan kami: kita
Adalah anugrah surga dunia dari pertemuan luar biasa
Dedikasi cinta ini untukmu
Figur terindah yang merangkul ramah
Walau kami tahu
Cintamu yang istimewa takkan terbayar bait kata
Namun ucapan terima kasih dari kami mutiaramu takan pernah luntur bergema
Atas segala yang telah mengalir mengalun darimu berkat izinNya
Kau cermin pelita kami: Bunda.


Takengon, 2014

Rabu, 02 April 2014

MIMPI DI UJUNG SAYAP


Tak perlu lagi berteriak pada denting waktu
Ini telinga tidak tuli
Berlalulah jika ingin berlalu
Tinggalkan kekang ruang imajimu
lepas
Terbang bebas
Kepakkan sayap-sayap mimpimu
Dan capailah merah dilangit magenta
Tak perlu lagi mengeluh pada siapa
Kuatkan tekatmu dan raihlah MERDEKA
Gapai asamu di angkasa
Dengan juang dan darah yang mengalir di jiwa
Dengan azam kerena-Nya

Banda Aceh, 2014
Ncue Tara

Sabtu, 28 Desember 2013

Mutiara Indah


Mutiara Indah
Aneh..
Menyelidik tapi bukan penyelidik
Diam tapi tak bisu
Berkata tapi kaku
Bersikap tampak malu-malu dihadapanku
Entahlah..

Terus terang tertutup
Tertutup berterus terang

Mutiara terbalut kain bersih
Indah..
Tapi ku tak suka melihat balutannya
Ingin ku sempurnakan..
Agar tampak indah
Tapi apa dayaku
Mutiara indah itu bukan milikku

Ingin rasanya ku memegangnya
Mutiara yang menjadi penawar
Tuk hati yang diliput rindu

Mutiara itu hidup dalam hidupnya
Dia ingin terbang jauh mengejar asa
Asa dunia fana

Mutiara indah penyejuk mata
Harap dapat menjaga kesucian hati
Asa boleh tinggi
Tapi ingat, menjadi abdi Allah itulah tugas mulia

Mutiara itu terasa aneh dalam hidupku
Terasa dekat walau jauh
Terasa jauh walau dekat
Memang, mutiara itu bukan milikku
Tak mungkin ku rampas dari tahtanya

Dulu pernah ku dengar kisah mutiara
Layaknya bertahta dengan emas kemilauan
Tapi entah mengapa
Emas itu hilang
Mutiara tetap bertahta
Bertahta keindahan yang tiada tara
Ingin ku kenakan mutiara indah itu...

Ibnu Surapati--------17 Ramadhan 1432 H